Teruskan SMS ke Telegram di Android: terima SMS Anda di mana saja
SMS Forwarder adalah aplikasi Android gratis yang otomatis meneruskan pesan teks yang diterima ponsel Anda ke Telegram. Aplikasi mengunggah setiap SMS ke layanan SMS Forwarder, yang meneruskannya ke Telegram Anda lalu melupakannya — tak ada server yang perlu disiapkan, aplikasi hadir siap terhubung. Tinggalkan satu ponsel tercolok di rumah bersama SIM Anda, dan setiap kode verifikasi, notifikasi bank, atau pesan operator akan sampai ke Anda di mana pun Anda berada — tanpa roaming, tanpa biaya penerusan dari operator.
Kenapa meneruskan SMS ke Telegram?
Banyak akun masih mengirim kode sekali pakai dan notifikasi lewat SMS ke satu nomor tertentu. Kalau SIM itu ada di ponsel di rumah, di perangkat kedua, atau di nomor yang Anda simpan khusus untuk urusan bank, Anda tidak bisa membaca SMS-nya saat sedang di luar — sementara roaming atau gonta-ganti SIM sama-sama merepotkan.
Meneruskan SMS itu ke Telegram menyelesaikannya dengan rapi: Telegram sudah ada di ponsel utama dan laptop Anda, pengiriman instan dengan notifikasi push, dan percakapannya bisa dicari. SIM tetap di tempatnya dan Anda cukup membaca pesannya di chat yang memang sudah Anda pantau.
Ini ideal untuk menjaga nomor lama tetap aktif, menerima kode dari SIM negara asal selama di luar negeri, atau mengalirkan notifikasi dari nomor bisnis/bersama ke satu tempat yang bisa dilihat seluruh tim.
Bagaimana SMS Forwarder mengirimkan SMS Anda
Aplikasi ini adalah thin client — ia menangkap SMS dan menyerahkannya ke backend SMS Forwarder, yang menangani peruteannya:
- Tangkap — sebuah broadcast receiver plus polling kotak masuk SMS oleh foreground service menangkap setiap pesan baru, memakai cursor id yang selalu naik sehingga tak ada yang terlewat, bahkan di ROM yang menahan broadcast SMS.
- Unggah — setiap pesan dikirim ke backend SMS Forwarder lewat HTTPS dari foreground service yang aktif (bukan penjadwal latar belakang yang dibatasi sistem), dan dicoba ulang hingga berhasil.
- Teruskan — backend mengirim ke Telegram Anda melalui bot bersama, lalu menghapus isi pesan; kunci idempotensi di sisi server memastikan sebuah SMS tak pernah terkirim dua kali.
Relay-and-forget
SMS Forwarder tidak menyimpan token Telegram apa pun di dalam aplikasi. Backend SMS Forwarder — dioperasikan oleh ShuttleLab — meneruskan setiap pesan lalu menghapus isinya; isi pesan hanya berada di sana sampai terkirim, setelah itu dihapus, menyisakan hanya log metadata (hasil, waktu, pengirim).
Proses masuk memakai token per-perangkat yang bisa Anda cabut kapan saja, dan pengikatan Telegram Anda tertaut ke akun Anda, sehingga sebuah pesan hanya mungkin sampai kepada Anda. Karena perutean berada di server, channel baru bisa ditambahkan di sana tanpa membangun ulang atau memasang ulang aplikasi. Baik aplikasi maupun backend bersifat open source.
Cara menyiapkan penerusan SMS ke Telegram
- 1
Pasang aplikasi
Unduh APK dari GitHub dan pasang di ponsel yang memegang SIM (Android 8.0 / API 26 atau lebih baru). Di Huawei, nonaktifkan Pure Mode terlebih dahulu.
- 2
Masuk & ikat Telegram
Buat akun, lalu ketuk Bind Telegram, buka bot, dan tekan Start. Chat Anda kini tertaut — tak ada token untuk disalin, dan tak ada server untuk dikonfigurasi.
- 3
Mulai layanan & jaga tetap hidup
Beri izin SMS + notifikasi lalu ketuk Start. Izinkan pengecualian optimasi baterai dan auto-start agar sistem menjaganya tetap berjalan di ponsel yang tercolok.
Yang ditangani untuk Anda
- SMS panjang / multipart disatukan kembali dan, bila perlu, dipecah agar sesuai batas panjang pesan Telegram sehingga tak ada yang terpotong.
- ROM agresif (Samsung, Xiaomi / MIUI / HyperOS, OPPO, vivo, OnePlus, Realme, Honor, Huawei / HarmonyOS) — penangkapan tetap bekerja lewat polling kotak masuk di tempat broadcast SMS diblokir.
- Reboot dan proses yang dimatikan — layanan menyala kembali otomatis saat boot dan antrean unggahan tetap bertahan, jadi restart tidak membuat pesan hilang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah saya perlu menyiapkan server?
Tidak — backend SMS Forwarder sudah berjalan, dioperasikan oleh ShuttleLab. Pasang aplikasi, masuk, lalu ikat Telegram; tak ada yang perlu di-deploy dan tak ada token untuk ditempel. Aplikasi dan backend bersifat open source.
Ke aplikasi apa saja SMS bisa diteruskan?
Telegram, melalui bot bersama. Karena perutean channel berada di backend dan bukan di aplikasi, lebih banyak tujuan bisa ditambahkan di sisi server tanpa membangun ulang aplikasi. Mengikat Telegram cukup satu ketuk — buka bot dan tekan Start; tak ada token untuk disalin di ponsel.
Apakah tetap bekerja di ponsel Samsung, Xiaomi, OPPO, vivo, OnePlus, Realme, Honor, atau Huawei / HarmonyOS?
Ya. Di ROM agresif (Samsung, Xiaomi/MIUI/HyperOS, OPPO, vivo, OnePlus, Realme, Honor, Huawei / HarmonyOS) sistem kerap menahan broadcast SMS dari aplikasi pihak ketiga dan membatasi kerja latar belakang. SMS Forwarder menangkap dengan broadcast receiver sekaligus polling kotak masuk SMS oleh foreground service, dan mengunggah langsung dari layanan yang aktif. Tambahkan ke daftar putih auto-start dan pengecualian optimasi baterai untuk hasil terbaik.
Apakah pesan saya disimpan di suatu tempat?
Aplikasi membaca SMS masuk hanya untuk meneruskannya. Di backend prinsipnya relay-and-forget: isi pesan hanya bertahan sampai terkirim, lalu dihapus, menyisakan hanya log metadata (hasil, waktu, pengirim). Backend dioperasikan oleh ShuttleLab dan tidak menyimpan isi pesan setelah terkirim. Tak ada iklan, tak ada analitik, dan tak ada SDK pelacak.
Apakah gratis? Di mana saya mendapatkannya?
SMS Forwarder gratis, untuk penggunaan pribadi — tanpa iklan, tanpa pembelian dalam aplikasi. Unduh APK dari GitHub dan pasang langsung. Klien Android dan server backend berada di repositori yang terpisah.